dheanti.arista10's blog
mencari dan memberi yang terbaik

CERITA INSPIRASI

September 15th 2010 in Academic

Cerita Inspirasi…

Cerita 1 : Makna Sebuah Gunting

Sebuah cerita hidup seseorang atau pun pengalaman pribadi terkadang bisa menjadi sebuah inspirasi bagi kita. Banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari hidup. Baik itu dari lingkungan maupun dari diri kita sendiri. Tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Akan tetapi sebaiknya kita memandang sebuah pengalaman itu dari sisi yang menurut kita bisa membangun dan membawa kita ke arah yang lebih baik.

Pengalaman pribadi saya, yang menurut saya bisa dijadikan sebagai sebuah cerita inspirasi adalah ketika saya harus memotong rumput halaman sekolah yang luas hanya dengan menggunakan gunting rambut kecil. Bagi orang lain mungkin itu sesuatu yang bodoh. Apa gunanya gunting pemotong rumput? Apa gunanya mesin pemotong rumput? Pertanyaan – pertanyaan seperti itu lah yang pastinya akan muncul d benak mereka. Tapi itulah yang saya lakukan. Tugas itu saya dapat dari pelatih teater saya. Awalnya saya pun tidak mengerti alasan saya harus memotong rumput halaman sekolah hanya dengan media gunting rambut. Tapi saya pun tetap mengerjakannya tanpa banyak bertanya kepada pelatih saya. Karena saya tahu pelatih saya itu orang yang tidak suka di bantah. Dan dari setiap tugas yang beliau berikan pasti selalu ada hikmah yang bisa diambil.

Terik matahari siang itu tidak menghalangi saya untuk terus memotong rumput halaman sekolah. Dengan sabar saya memotongnya satu persatu. Tangan saya terus bekerja, sedangkan pikiran saya pun terus berpikir. Apa maksud dari tugas yang pelatih berikan kepada saya? Sampai sore hari, tugas saya masih belum selesai dan jawaban dari pertanyaan yang terus memenuhi benak saya pun belum saya temukan. Saya pun melapor kepada pelatih saya, dan beliau memeriksa pekerjaan saya. Tanpa di sangka-sangka pelatih sangat kecewa dengan pekerjaan saya. Beliau berkata bahwa pekerjaan saya sangat berantakan, rumput yang saya potong tidak sama tingginya. Jujur, saat itu saya sangat kesal. Saya ikut kegiatan ekstrakulikuler teater adalah untuk belajar teater, bukan untuk memotong rumput. Tapi sekali lagi saya harus bersabar. Dan pelatih pun menyuruh saya untuk melajutkan pekerjaan saya keesokan harinya.

Esoknya setelah sekolah usai saya segera berganti pakaian dan saya sudah siap dengan gunting saya. Saya segera berlari ke halaman sekolah seolah saya sudah mendapat tugas itu dan saya harus bertanggung jawab dengan tugas itu. Ketika itu saya akhirnya mengerti maksud dari tugas yang pelatih berikan kepada saya. Tugas sepele, memotong rumput yang memiliki maksud besar dan pelajaran yang sangat berharga di dalamnya.

Setelah saya telaaah, maksud dari pelatih adalah agar saya fokus terhadap pekerjaan ataupun tugas yang sedang saya kerjakan. Rumput dan gunting sebagai medianya pun, ternyata ada alasan di baliknya. Dimaksudkan agar saya lebih bersabar dalam mengerjakan tugas. Bayangkan memotong rumput halaman sekolah yang luas hanya dengan sebuah gunting, itu sangat membutuhkan kesabaran yang sangat besar. Lalu maksud pelatih memarahi saya karena tugas saya berantakan adalah agar saya serius mengerjakannya, dan mengerjakannya dengan baik agar mendapat hasil yang baik juga.

Itulah sepenggal kisah dalam hidup saya yang menurut saya sangat menginspirasi hidup saya. Saya sangat berterima kasih kepada pelatih saya yang tidak bisa saya sebutkan namanya karena beliau adalah tipe orang yang sangat tidak suka ekspose. Padahal beliau adalah salah satu orang yang sangat terkenal dalam dunia teater, apalagi di teater Sunda.

Semoga kisah saya ini, bisa menginspirasi orang lain. Tidak hanya bagi diri saya sendiri.

Cerita 2 : Hidup Penuh Perjuangan

Sudah pasti pengalaman pribadi bisa menjadi inspirasi bagi kita dan memberikan pelajaran yang berharga. Begitupun dengan pengalaman yang dialami oleh orang lain. Kita bisa memetik banyak sekali pelajaran dari pengalaman orang lain dan menjadikannya sebuah inspirasi. Seperti pengalaman orang yang saya kenal dan yang saya tidak bisa sebutkan namanya. Menurut saya, kisah hidupnya ini benar-benar menginspirasi kita sebagai kaum muda-mudi yang masih baru dalam mengecap asam, manis dan pahitnya kehidupan.

Bekerja sebagai tukang sapu jalanan sudah beliau jalani selama hampir 20 tahun, usianya kini mendekati awal 50-an. Tapi semasa kecil beliau sebenarnya bercita-cita menjadi orang hebat. Namun, siapa yang tahu jalan kehidupan seseorang dan siapa yang bisa menebaknya? Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui, dan kita sebagai umat manusia hanya bisa berdoa dan berusaha.

Berikut kisah beliau yang beliau ceritakan kepada saya…

Ketika masih kanak-kanak, beliau harus sekolah sambil bekerja. Keluarganya memang tergolong keluarga yang tidak mampu. Tapi beliau selalu berusaha membantu orang tuanya. Demi kelangsungan hidup dan demi biaya sekolah. Namun, pada akhirnya beliau terpaksa putus sekolah di bangku SMA. Sungguh sangat disayangkan. Dan pada akhirnya beliau memutuskan untuk bekerja.

Ketika itu, berbagai jenis pekerjaan beliau coba. Sampai menjadi pedagai keliling sampai pada akhirnya beliau memutuskan untuk merantau ke kota metropolitan Jakarta. Ketika itu Indonesia sedang marak-maraknya kedatangan produk-produk luar negeri. Dan mulai bertebaran pabrik-pabrik milik pengusaha luar di Indonesia. Sangat beruntung beliau bisa bekerja di salah satunya walaupun hanya sebagai buruh. Cukup lama beliau bekerja, namun suatu peristiwa yang tidak di sangka-sangka pun terjadi.

Krisis moneter yang terjadi di Indonesia sangat mempengaruhi Indonesia dalam betbagai bidang, dan tentunya pasar Indonesia sangat terancam. Beberapa pabrik terpaksa melakukan PHK terhadap karyawan-karyawannya karena mereka terancam bangkrut. Dan beliau adalah salah satu orang yang terkena PHK. Dengan sangat terpaksa beliau pun kembali ke kampung halamannya. Dan kemudian saat kembali ada kerabat yang menawari beliau bekerja sebagai tukang sapu jalanan dari Dinas Kebersihan. Sampai sekarang beliau masih menjalani pekerjaan itu, dan beliau sangat berharap bagi pemimpin-pemimpin di masa depan bisa melihat ke bawah. Melihat orang-orang seperti beliau.

Memang bagi beberapa orang ataupun anda merasa kisah ini biasa-biasa saja. Tapi bagi saya sangat menginspirasi. Akan pentingnya pendidikan, pentingnya rasa pantang menyerah,  dan banyak hal yang bisa anda petik dari kisah ini. Dan kita sebagai Laskar Inspirasi, Angkatan 47 IPB, calon-calon pemimpin harus bisa melihat, memahami dan merasa simpatik serta berempatik terhadap orang lain yang membutuhkan.

Sekarang Anda harus percaya pada diri Anda! Yakinkan pada hati Anda Bahwa Anda pasti bisa. “Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup Anda, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini! Semangaatt!! Laskar Inspirasi 47…




required



required - won't be displayed


Your Comment:


Badge IPB
IPB Badge
September 2010
S M T W T F S
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930